Marwan Jafar Dorong BUMN untuk perhatikan pemberdayaan masyarakat di Desa.

Marwan Jafar Anggota Komisi VI DPR RI ingin agar BUMN bisa memberdayakan warga masyarakat pedesaan di seluruh Indonesia.

Terutama dalam konteks menuntaskan penugasan tugas publik alias sosial (public social offer, PSO) itulah saya menyarankan agar BUMN-BUMN kita mampu semakin mendorong berbagai aspek upaya memberdayakan warga masyarakat pedesaan di seluruh Indonesia. Maksudnya, BUMN-BUMN yang memiliki banyak direksi dan karyawan profesional, kreatif dan inovatif pasti mampu melakukannya.

Marwan menambahkan, sangat banyak aspek permasalahan memberdayakan warga masyarakat desa, termasuk daerah tertinggal serta beberapa kawasan transmigrasi yang bisa didorong BUMN. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, sekolah-sekolah, puskesmas-puskesmas atau posyandu hingga sektor pertanian, perkebunan rakyat serta pesisir dan pengembangan daerah perbatasan terluar atau terdepan dengan batas negara tetangga.

“Saya percaya cukup banyak BUMN yang mampu mendorong meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat di ketiga daerah serta kawasan yang saya sebutkan tadi. Nilai-nilai seperti pandangan positif atau BUMN makin mendapat simpati publik, juga menjadi pembeda dibanding dengan institusi semacam BUMN di negara lain yang semata mengejar keuntungan. Saya meyakini juga, BUMN bahkan bisa mendorong percepatan pemberdayaan perdesaan tersebut,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan sejumlah fondasi untuk memperkuat perekonomian atau meningkatkan kehidupan perdesaan mulai dari pembentukan badan usaha milik desa (BUMDES), mewujudkan desa-desa wisata, perbaikan irigasi pertanian, menambah jaringan listrik, satu desa satu produk unggulan (one village one product) hingga bergulirnya dana desa yang tidak sedikit.

Hal itu semua sudah ia letakkan dasar-dasarnya secara inovatif sesuai Undang undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa sewaktu menjadi Menteri Desa-PDTT pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Marwan pun menyarankan, seharusnya para penerusnya bisa lebih berinisiatif, kreatif dan inovatif, serta tidak hanya mengganti nama program tetapi substansi atau kontennya masih seperti sebelumnya.(afi/PDW)

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan