Bangun Soliditas Pendamping Desa se Jateng Bentuk PERTEPEDESIA

Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Jawa Tengah sepakati PERTEPEDESIA (Perkumpulan Tenaga Pendamping Desa Indonesia) sebagai wadah semua pendamping desa, baik TA, PD maupun PLD pada rapat koordinasi TPP di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi (30/11).

Rapat yang difasilitasi dinas ini dihadiri oleh Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) IV Jawa Tengah, Perwakilan Tenaga Ahli Pendamping Masyarakat (TAPM) Kabupaten se-Jawa Tengah, perwakilan forum komunikasi PD dan PLD Jawa Tengah.

Kepala Dispermasdesdukcapil melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Nadi Santoso menuturkan bahwa perlu adanya organisasi profesi TPP yang mewadahi semuanya, baik PLD, PD dan TAPM.

“Selama ini, ada forum, namun forum komunikasi jenjang pendamping tertentu, harapan bapak Kepala Dinas, forum itu ya satu untuk seluruh TPP, monggo silahkan dirembug baik-baik”, pesan Nadi Santoso.

Evy Nurmilasari, Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) IV Jawa Tengah mengatakan bahwa kita harus bersatu, membangun chemistry korps pendamping.

“Apapun background kita, apapun jenjangnya, kita tetap sama, sebagai tenaga pendamping desa profesional, dengan tugas yang sama mendampingi masyarakat dan Desa menjadi desa maju, mandiri dan sejahtera”, kata Evy.

Rapat yang difasilitasi oleh KPW, Insan Mahmud, ini terselenggara sangat demokratis, saling menghargai dan terbuka, sehingga dinamika forum yang terbangun begitu hangat.

Insan Mahmud membacakan hasil kesepakatan rapat yakni *pertama*, kita sepakat menggunakan PERTEPEDESIA, yang tingkat nasionalnya sudah dideklarasikan. *kedua*, dibentuk oleh tim formatur untuk membahas langkah selanjutnya.

“Tim formatur terdiri dari 13 orang perwakilan dari KPW, TAPM, PD dan PLD yakni Evy, Insan, Deni, Hadi Imron, Al Amin, Luqman, Panudi, Dadang, Rifki, Hadi, Titis, Anjar, Endah “, tutur Mulyadi TA PED Wonogiri.

Untuk diketahui, Tenaga Pendamping Profesional yang terdiri dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) itu sangat komitmen mengawal implementasi Undang – Undang Desa No. 6/2014 sehingga terwujud Desa Mandiri. Salam Merdesa!. (kh)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan