Sejarah Singkat Desa Pondowan Kec.Tayu Kab.Pati

Desa Pondowan merupakan Desa Pertanian yang subur dan makmur , alamnya tenang udaranya segar , bantaran sawah dan tegalan membetang mengelilingi perkampungan penduduk di bagian barat , selatan dan utara sedangkan disebelah timur berbatasan dengan Desa Pakis .

Dari Kabupaten Pati, Desa Pondowan ditempuh dengan mengunakan transportasi umum melalui jalan raya pati tayu kurang lebi 23 Km tepatnya dari Desa Pakis yaitu Pabrik Gula Pakis ke Barat. Yang merupakan Desa diwilayah Kecamatan Tayu Kabupaten Pati.

  1. Cikal Bakal Desa Pondowan .

Desa Pondowan terdapat seorang ulama besar yang menjadi cikal bakal Desa Pondowan nama Simbah ABDUL ROZAQ, belio mendiami perdukuhan yang sekarang disebut perdukuhan yang sekarang Dusun DRAJAK yaitu perdukuhan yang paling barat dari wilayah Desa Pondowan dan perbatasan dengan Desa Ngetuk Kecamatan Gunungwungkal.

Pada masa sebelum penjajahan Portugis di Indonesia belio sudah dikenal sampai di Daerah Banten Jawa Barat. Konon pada saat penjajahan portugis di Indonesia ada seorang  tokoh pejuang tanah air dari banten yaitu bernama Ki  Banjar yang kalah perang dengan portugis lalu pergi ke Desa Pondowan untuk berguru dengan simbah Abdul Rozaq dengan waktu yang cukup singkat yang akhirnya tinggal di Desa Pondowan yang sekarang di sebut perdukuhan Dusun Gayam kemudian menikah dan menurunkan keterunan di Dusun tersebut sehingga belio Kibanjar wafat.

Simbah Abdul Rozaq menyebarkan ajaran Agama Islam di perdukuhan Drajak disitu belio mendirikan sebuah Masjid dan Pondok Pesantren dari peninggal beliuo sekalian menjadi pertanahan pertanian yang disebut sawah Santren. Di sawah tersebut bekas – bekas bangunanya masih ada.

Simbah Abdul Rozaq wafat dan dimakamkan diperdukuhan Drajak yang sekarang menjadi pemakaman Drajak yang merupakan bagian barat Desa Pondowan.

 

  1. Para Kepala Desa .

Sejarah ini dapat kami catat mulai berdirinya Simbah Basyarudin Surodjojo sebagai Kepala Desa Pondowan Pertama yaitu pada Tahun 1833 Masehi. Simbah Basyarudin Surodjo mempunyai adik bernama simbah KH. Abdul Rouf. Oleh kedua orang tuanya belio yang arif dan bijaksana Simbah Basyarudin Surodjojo dididik sebagai calon Umaro’ sedangkan Simbah Abdul Rouf dididik sebagai calon Ulama’ di Pesantren. Dan Allah SWT mengkabul cita cita tersebut .

  • Kepala Desa Pertama

Kepala Desa Pertama Desa Pondowan adalah Simbah Basyarudin Surodjojo ± Tahun 1833 Masehi sampai dengan Tahun 1893 Masehi , belio Simbah Basyarudin Surodjojo menjalankan Pemerintahan Desa dengan arif dan bijaksana selama ± 60 Tahun, bersama sama dengan adiknya Simbah KH. Abdul Rouf pun mengajarkan agama islam di Desa Pondowan sebagai seorang Kyai . Simbah Basyarudin Surodjojo mempunyai seorang dua anak yaitu Simbah Yusuf dan Simbah Sumo Idris.

 

  • Kepala Desa Kedua

Kepala Desa Pondowan Kedua adalah Simbah Sumo Idris kurang lebih dari Tahun 1894 Masehi sampai dengan Tahun 1900 Masehi, semestinya Simbah Sumo Idris kurang berminat menjabat Kepala Desa sehingga Simbah Sumo Idris hanya menjabat kurang lebih 7 tahun dan setelah kakaknya Simbah Yusuf mempunyai menantu bernama Simbah Prawiroredjo Nodo yang berasal dari Daerah Kayen Pati Selatan, maka jabatan Kepala Desa diserahkan kepada Keponakan (Menantu Simbah Yusuf)  yaitu Simbah Prawiroredjo Nodo.

 

  • Kepala Desa Ketiga

Kepala Desa Pondowan Ketiga adalah Simbah Prawiroredjo Nodo kuranglebih Tahun 1900 M sampai dengan Tahun 1945 Masehi. Pada waktu Simbah Prawiroredjo Nodo menjabat Kepala Desa Pondowan ini sedang dalam penjajahan Belanda kemudian ada penajajahan lagi dari Jepang. Pada tahun tahun terakhir dalam jabatan ini di Negeri sedang terjadi pergolakan untuk mencapai Kemerdekaan Bangsa dan Negara Republik Indonesia ini. Dan tidak ketinggalan para ulama’ pun turut ambil bagian dalam rangka mencapai kemerdekaan ini .

Pada waktu itu yang menjadi ulama’ atau kyai adalah Simbah KH. Abdul Adhim (Kakak Kandung  Simbah KH. Muhammadun).

Konon Simbah KH. Abdul Adhim ikut ketangkap Jepang kemudian pindah di Desa Jepat Lor

 

  • Kepala Desa Kempat

Kepala Desa Pondowan Keempat adalah Bapak Kahar Koesmen yang menjabat mulai Tahun 1945 sampai dengan Tahun 1988. Belio Bapak Kahar Koesmen adalah Kepala Desa tiga jaman Yaitu Zaman Jepang, Ordelama dan Orde Baru.

Bapak Kahar Koesmen adalah Putra Simbah Prawiroredjo Nodo dan merupakan kepala Desa dari keturunan garis Simbah Basyarudin Surodjoyo dan sampai sekarang Kepala Desa diganti Bapak Moch Soleh.

 

 

Facebook Comments